Ads 468x60px

Pages

Sinopsis Queen Seon Deok episode 4


Deok Man melihat-lihat keramaian di jalan dan Chil Sook menariknya, Chil Sook berkata Deok Man telah berjanji mengenalkannya pada pedagang dari Roma. Deok Man membawa Chil Sook pada Cartan dan berkata bahwa Chil Sook adalah seorang Musa (warrior seperti Samurai).
Cartan mencubit pantat Chil Sook, Chil Sook kaget dan marah, tapi Deok Man berkata itu gaya orang Itali untuk perkenalan.

Pedagang dari Mesir dan India menemui Deok Man dan bertanya di mana teh mereka. Deok Man membawa mereka di gudang penginapannya. Deok Man membuat kamuflase, daun teh dibungkus dengan lumpur sehingga tampak seperti batu bata. Semua memuji kepintaran Deok Man. Tiba-tiba ada pasukan datang dan mengepung mereka. Kapten berkata bahwa di tempat ini ada teh ilegal, mereka menggeledah penginapan Deok Man. So Hwa sangat shock. Mereka mencari dan tidak menemukan apapun. Deok Man mencoba menyalakan api untuk
menghilangkan bukti. Kapten memerintahkan pasukannya untuk pergi saat dia curiga apa yang disembunyikan Deok Man. Kapten mendekat dan tiba-tiba api menyala. So Hwa panik sekali melihat api, So Hwa trauma dengan api. Akhirnya mereka semua dibawa ke kediaman Lord Yang (Yang Jae Hu).


Lord Yang marah karena persediaan tehnya terbakar karena ulah Deok Man. Lord Yang sendiri yang akan mengadili mereka. Lord Yang memerintahkan mereka untuk dibunuh. Cartan dan orang Mesir itu yang pertama. Deok Man berteriak : Tunggu!

Deok Man berkata ini semua salahnya dan meminta Lord Yang tidak menghukum mereka. Lord Yang tidak mengerti perkataan Deok Man (Deok Man berbicara bahasa Mandarin), Cartan menjelaskan dengan bahasa Canton dan akhirnya Lord Yang mengerti.

Deok Man : "Lord Yang tidak berperasaan, Ya, karena para pedagang sudah jauh-jauh menempuh perjalanan selama 12 bulan ke tempat ini tapi tiba-tiba Anda mengeluarkan perintah larangan berdagang teh dan membuatnya menjadi hukum. Sehingga semua pedagang ini harus kembali dengan tangan hampa. Padahal mereka telah menempuh perjalanan yang sangat berat melewati gurun untuk sampai disini, bukankah itu..benar-benar.. "

Deok Man ; "Pemimpin yang tidak mendengarkan suara dan penderitaan rakyatnya adalah pemimpin yang tidak pantas memimpin. "
Lord Yang sangat marah dan meminta Deok Man memilih. Di tangannya ada dua batu, kalau Deok Man memilih batu dengan ukiran hidup, maka mereka hidup. Kalau salah, mereka akan mati. So Hwa bergumam ..maafkan aku Yang Mulia. Chil Sook mengamati So Hwa dan mengenalinya.

Deok Man akhirnya memilih salah satu batu. Tapi langsung ditelannya. Lord Yang marah sekali dan menyuruh anak buahnya membuka mulut Deok Man, tapi batu itu tidak ada. Deok Man minta Lord Yang menunjukkan batunya, apa yang tertulis di tangannya, maka yang ditelannya adalah kebalikannya. Lord Yang membuka tangannya : "mati"
Semua bersorak, berarti yang ditelan Deok Man adalah "hidup", jadi mereka hidup.

Lord Yang : "Apa kau tidak takut?"
Deok Man : "Aku takut sekali."
Lord Yang : "Ini karena kau tidak pintar dan masa bodoh tapi kau memiliki keberanian dan bakat sehingga kau tidak takut. Tapi kau sangat hebat, kau memiliki takdir yang dikirim dari langit yang tidak akan meninggalkanmu. Lelaki terhormat akan memberikan janji ini untukmu dan membebaskan nyawamu...biarkan mereka pergi' Mereka dibebaskan. Deok Man dan So Hwa berpelukan.

Di Gyeongju Seorabeol (Istana Raja Silla).
Raja Jinpyeong ingin mengangkat sepupunya Kim Yong Su sebagai penggantinya. Para menteri menolaknya. Raja berkata, Kim Yong Su adalah putra pamannya Raja Jinji dan suami putrinya Cheon Myeong jadi menurutnya bukan masalah. Tapi semua tetap tidak setuju.
Mi Shil menghadap dan mengundang Raja untuk menghadiri festival Dano, dia sudah mempersiapkan pertunjukkan bela diri oleh pasukan Hwa Rang. Raja memenuhi undangan Mi Shil.

Mi Shil pergi dan Mi Saeng cemas jika Kim Yong Su sudah mulai mengumpulkan kekuatan dan dengan status pernikahannya dengan putri Cheon Myeong maka posisinya akan semakin kuat. Mi Saeng cemas Kim Yong Su membalas dendam, mengingat ayahnya Raja Jinji telah dikudeta oleh mereka (episode 1). Mi Shil mengingatkan ini adalah festival Dano, jadi jangan mengeluh di hari ini.

Hwa Rang sedang mempertunjukkan kebolehannya. Mi Shil datang dan mereka memberi hormat pada Won Hwa-nya. Mi Shil mendekati Putri Cheon Myeong dan heran dengan kepandaian dan bakat putri mengatur semua acara ini. Putri Cheon Myeong sangat berbakat dan detil dalam mengatur semuanya. Mi Shil menyindir putri tentang kemungkinan putri menjadi permaisuri. Putri Cheon Myeong tidak mengerti dan Mi Shil menyinggung tentang rencana Raja mengangkat suami putri sebagai penerusnya. Cheon Myeong kaget dan belum tahu tentang ini. Mi Shil mengancam Cheo Myeong.

Di gurun, Cartan bertanya mengapa Deok Man mau mengorbankan nyawa untuk mereka. Deok Man berkata bahwa jika ia tidak melakukan itu mereka semua akan mati. Nyawa semua manusia itu berharga. Deok Man tahu dari buku yang diberikan Cartan. Cartan menyesal memberikan buku itu untuk Deok Man. So Hwa keluar dan berkata bahwa Deok Man seharusnya mendengarkan cartan, So Hwa memukul kepala Deok Man.

Pedagang Mesir dan India datang mengucapkan terima kasih atas kebaikan Deok Man. Deok Man bercerita tentang Chil Sook yang mencari seorang wanita dan bayi selama 15 tahun. Saat yang sama, Chil Sook menyelinap ke kamar So Hwa dan memeriksanya. So Hwa mendengar cerita Deok Man dan merasa familiar. Chil Sook menemukan baju bayi dan surat Moon noh, dia yakin sekarang.

So Hwa panik dan menyeret Deok Man, mereka harus segera pergi. Deok Man bingung tapi ibunya menyeretnya ke kamar. Di sana mereka ditunggu oleh Chil Sook. Chil Sook memanggil : So Hwa!


So Hwa langsung shock dan terjatuh, Chil Sook mencoba menangkap mereka dan mereka berusaha lari. Tapi Chil Sook berhasil membuat mereka tersudut, Chil Sook sudah mencari mereka selama 15 tahun, sekarang sudah saatnya untuk kembali ke Gye Rim. Chil Sook mengambil lilin dan mendekatkan ke So Hwa, Deok Man melihat kantung alcohol dan menyiramkannya pada Chil Sook.Chil Sook terbakar dan mereka lari. Chil Sook mengejar mereka lagi dan mengancam Deok Man dengan pedangnya, So Hwa menikam Chil Sook ditempat yang sama saat Moon noh menikamnya (episode 3).

Mereka berhasil lari ke gurun dengan onta. Setelah beberapa lama, ontanya jatuh kelelahan. Deok Man menggendong So Hwa di punggungnya dan membawa So Hwa ke dalam gua. So Hwa meminta Deok Man pergi ke Roma bersama Cartan. Deok Man menolaknya. So Hwa tidak mengijinkan Deok Man untuk kembali ke Gye Rim. Deok Man bertanya mengenai ayahnya. Apakah Moon Noh itu ayahku, So Hwa kaget darimana Deok Man tahu tentang Moon Noh. Dari surat Moon Noh. Deok Man dapat membacanya. Bukan kata So Hwa.

Deok Man juga tahu bahwa belati itu adalah dari ayahnya. Ayah seperti apa yang memberikan belati dan membuang anaknya begitu saja. Aku tidak mau kata Deok Man dan melemparkan belati itu. So Hwa berkata itu karena Deok Man harus menyelamatkan ayahnya.
Harusnya orangtua yang berkorban untuk anak seperti kau bukan sebaliknya. Deok Man sekarang tahu mengapa So Hwa sakit paru-paru dan takut api. Deok Man sangat menyesal karena selama ini selalu bepergian dan menyusahkan So Hwa. So Hwa merentangkan tangannya dan memeluk Deok Man. Deok Man menangis di pelukan So Hwa.

Chil Sook menemukan onta yang hampir mati dan melihat gua. Chil Sook memeriksa gua tetapi tidak menemukan mereka. So Hwa lari di mulut gua, Chil Sook melihatnya dan mengejarnya. Deok Man yang sedang mencari air melihat So Hwa lari mendatanginya dan memberi tanda jangan ke sini. Tiba-tiba kaki So Hwa masuk ke dalam pasir hisap. Deok Man berusaha menarik So Hwa tapi gagal dan mengulurkan tali. So Hwa berpikir percuma saja menyelamatkan dirinya, kemudian dia mengambil belati Raja Jinheung dan berusaha memotong talinya. Deok Man meminta So Hwa menghentikannya. So Hwa berteriak agar Deok Man lari setelah ia berhasil memutuskan tali. Dari kejauhan mereka melihat Chil Sook. Mereka berdua panik.


Additional Notes :

Ini dia pemeran Putri Deok Man (Seon Deok remaja), Aktris Nam Ji hyeon
Lahir : 17 September 1997 (masih imut banget....)
Award : MBC Drama Award tahun 2008, Special Child Actor Award (East of Eden)




Seondeok 3
Seondeok 2
Seondeok 1
The Great Queen Seondeok

Sinopsis Queen Seon Deok episode 3


Moon noh bergegas menuju ruang bersalin. Permaisuri melahirkan bayi wanita kembar. Raja sangat panik dan mengambil salah seorang bayi, meminta maaf pada putrinya dan menyerahkannya pada So Hwa untuk dibawa pergi. Permaisuri memohon dan menangis agar putrinya dikembalikan padanya tapi Raja menutup pintu dan menyuruh So Hwa cepat pergi.

Moon Noh meminta ijin masuk dan Raja sangat lega melihat Moon Noh.
Mi Shil datang untuk mengucapkan selamat. Raja keluar dan membawa seorang bayi perempuan. Raja mengangkat bayi itu ke langit dan mengumumkan : Ini adalah Putri Silla, Putri Cheon Myeong

Semua memberikan selamat. Sementara itu Moon Noh melarikan kudanya dengan membawa buntalan. Prajurit mengepung kudanya dan mulai menembak Moon Noh dengan panah. Moon Noh terluka dan menjatuhkan buntalannya. Ternyata hanya boneka. Mi Saeng dan Seol Won Rang heran dengan temuan ini.

So Hwa berusaha melarikan diri dengan bayi itu. Dia dihentikan oleh penjaga dan mereka mengenali So Hwa sebagai dayang Raja. So Hwa memberikan bayi itu pada penjaga dan berkata itu bukan bayinya. Penjaga itu menolak. Akhirnya So Hwa dibebaskan. (I don't know if she really meant that or just her tactic ..)

Mi Saeng berkata pada Mi Shil bahwa Moon Noh tidak membawa bayinya. Kalau bukan Moon Noh lalu siapa, perawat berkata bahwa So Hwa juga hadir tapi ia tidak terlihat lagi. Mi Shil meminta Seol Won Rang mencari keberadaan So hwa.


So Hwa ternyata sungguh2 ingin menyerahkan bayi itu pada penjags dan ingin meninggalkannya di sana. Penjaga berkata kalau So Hwa tidak membawanya ia akan mati. Akhirnya So hwa memandang bayi itu yang ternyata lucu dan seperti tersenyum padanya. So hwa berkata bahwa mulai sekarang ia adalah ibu bayi itu dan akan melindunginya dengan nyawanya. Penjaga itu senang dan berkata bahwa tidak baik meninggalkan seorang anak, bagaimanapun anak adalah berkah.


Mi Shil mendengar kabar tentang So Hwa dan bayi. Seol Won Rang bertanya kemana So Hwa. So hwa telah pergi sekitar 15 menit. Seol Won Rang berkata tidak ada waktu lagi dan mereka harus mencari So hwa. Mi Shil melihat ke langit dan mendapati bahwa bintang Utara terpecah, saat itulah Mi Saeng berkata mengapa bintang Utara sekarang menjadi 8 bintang?

Bintang Utara dalam tradisi Cina dan Korea terdiri dari 7 bintang (kalo ada yang pernah lihat Return of the Condor Heroes, itu ilmu pedang dari Coan cin pay, ilmu pedang 7 bintang utara. Di To Liong To juga ada, yaitu ilmu pedang Bu Tong Pay, akarnya sama sih..).


Moon Noh memberikan surat pada Mi shil dan mengingatkannya tentang ramalannya. Mi Shil meremas surat itu dan pergi ke pasukannya.
Mi Shil membunuh penjaga yang meloloskan So Hwa. Mi Shil : Manusia dapat melakukan kesalahan tapi tidak pasukanku.

So Hwa yang berusaha melarikan diri dikejar oleh pasukan Hwa rang dan mereka tertangkap. So hwa hampir dibunuh kalau saja Moon Noh tidak muncul. Moon Noh menembakkan panah dan saat bayi itu terlempar di udara, Moon Noh melompat dan menangkap bayi itu dan mengikatnya di badannya. (persis adegan Xiao Lung Ni berebut baby Kwee Xiang ama Kim Loen Hoat Ong and Lie Mo Coe he..he)


Moon noh berhasil mengalahkan Chil sook dan melepaskan So hwa, bertiga melarikan diri dengan kuda.

15 tahun kemudian, Gurun Taklamakan, Xinjiang Uighur, China


Chil Sook masih berusaha mencari So hwa dan bayi itu. Chil Sook sudah mengejar sampai Zhejiang di Cina saat dia tahu bahwa mereka naik kapal ke Hangzhou. Selama ini Chil Sook mencari So hwa dan ia tahu jika ia kembali tanpa mereka, ia harus mati di depan Mi Shil.(ck..ck padahal udah 15th, disersi aja sekalian, setia banget sih..)

Chil Sook melakukan perjalanan dengan seorang guide wanita. Chil sook berkata bahwa tempat yang ditujunya adalah pusat perdagangan internasional. Chil Sook mendengar tentang pedagang Romawi yang membayar tinggi untuk jasa pengawalan. Guide itu sangat senang, Chil Sook benar2 beruntung, dia dapat mengenalkan Chil Sook pada orang yang tepat.


Guide itu adalah Deok Man putri Raja Jinpyeong, kelak akan menjadi Ratu Seon Deok, penguasa ke-27 Dinasti Silla (astaga..kasihan deh Chil Sook..). Deok Man berkata, kalau saja Chil Sook tidak bertemu dengannya, ia pasti akan tersesat di gurun. Chil Sook memuji bahasa "gyerim" Deok Man (bahasa Silla), Deok Man berkata ia belajar dari orang-orang asing di sini.

Chil sook cemas mereka tersesat, tapi Deok Man berkata tidak perlu takut, kalau tersesat lihat bintang saja. Bintang selalu menuntunku pulang.
Deok Man membawa Chil Sook ke rumahnya. So Hwa (masih saja kikuk dan suka terpeleset he..he) menyambut Deok Man dan menyadari ada tamu. Deok Man meminta Chil sook menginap karena mereka juga menyediakan kamar. So Hwa mengantar tamunya dan ketika Chil Sook memita teh dalam bahasa gyerim, So hwa kaget. Chil Sook mengira So hwa tidak mengerti, maka ia kembali berbahasa Mandarin. Chil Sook merasa mengenali So Hwa, tapi entah dimana (ya iyalah dah 15 th gitu..).

Deok Man kedatangan tamu bernama Cartan dari Roma, mereka sepertinya akrab Deok Man mengeluarkan buku Bioi paralleloi (Parallel Lives) karangan Plutarch. Buku ini ditulis dalam bahasa Yunani. Deok Man menanyakan beberapa pertanyaan dari buku itu pada Cartan (Deok Man bisa bahasa Yunani? wow..) Deok Man berkata bahwa buku ini sangat berharga baginya.


Saat itu ada pedagang Mesir berteriak memanggil Cartan. Mereka bertiga mendiskusikan bahwa ada larangan berdagang teh, mereka yang tertangkap akan dihukum. Cartan kaget dengan hukuman yang berat itu. So Hwa menyajikan teh di kamar Chil Sook. So Hwa meminta Chil Sook untuk beristirahat.


Deok Man mengerti keresahan para pedagang tentang larangan perdagangan teh, kemudian Deok Man mengusulkan untuk menyelundupkan teh. Deok Man mengadakan barter untuk membagi rencananya. Deok Man sangat senang dengan hasil barternya, ia memperoleh buku Jeong Gwang Ryeol (buku sistem kalenderisasi dinasti Wei Utara) yang terkenal, hwa ju /kaca pembesar.


So Hwa bertanya pada Deok Man mengenai Chil sook yang mengerti bahasa Silla. So Hwa bertanya apa Deok Man cerita kalau ayahnya berasal dari Silla, Deok Man berkata tidak karena ibu melarangnya.
Deok Man bertanya mengapa ibu tidak pernah bercerita mengenai ayahnya, apa ibu malu? So Hwa terbatuk dan Deok Man menenangkannya.

Aku dapat hidup tanpa ayah, tapi jelas tidak tanpa ibu. Ibu ayo kita ke Roma. Mengapa tanya So Hwa, apa karena Cartan ? Bukan, karena aku ingin mencari obat untuk ibu. So Hwa menderita penyakit paru-paru karena menahan nafas saat di dalam gua. Waktu itu Chil Sook menyalakan api di depan gua dan membuat So Hwa sesak napas, efeknya ternyata membekas.


Sementara itu, di kerajaan Silla

Mi Shil masih merisaukan susunan bintang dan ada kabar bahwa Pangeran telah meninggal. Ternyata selama ini Raja dan Permaisuri berusaha mendapatkan penerus Silla, tapi selalu gagal karena Pangeran sakit dan meninggal. Permaisuri menangis dan menyalahkan dirinya. Ia merasa ini benar-benar kutukan. Ia merasa bersalah karena melahirkan putri kembar sehingga tidak akan ada pewaris laki-laki di istana.

Permaisuri dan Putri Cheon Myeong berduka di pemakaman istana. Ketika melihat ketiga nama adik laki-lakinya, Putri Cheon Myeong bertanya apakah ia membawa semacam kutukan. Permaisuri berkata itu omong kosong dan melarang Putri untuk menyanjung dengan bibirnya atau meracuni pikirannya.


Putri Cheon Myeong teringat saat adiknya meninggal, Mi Shil berbisik bahwa ini adalah salahnya, kemudian setiap kali ada pangeran lagi, mereka juga akan mati.
Mi Shil menyajikan teh untuk Putri Cheon Myeong. Putri bertanya apa maksud perkataan Mi Shil dulu. Mi Shil berkata Putri tidak perlu malakukan apa pun untuk bertahan. Putri Cheon Myeong tercekat dan Mi Shil senang.


Seondeok 2
Seondeok 1
The Great Queen Seondeok

Sinopsis Queen Seon Deok episode 2


So Hwa mencari cara agar Baek Jeong dapat meninggalkan istana mencari Maya. So Hwa takut Mi Shil akan menikahi Baek Jeong, ini sangat tidak adil buat Maya. Baek Jeong berkata Mi Shil itu licik sekali seperti ular dan kalajengking. Maya masih ditahan oleh pasukan Hwa Rang.

Mi Shil menyajikan teh untuk suaminya (Se Jong) dan mengatakan dia akan segera menjadi Permaisuri Baek Jeong (ini cewe benar2 deh..). Se Jong tahu bahwa tak seorang priapun yang mampu mengambil dan menaklukkan hati Mi Shil. Se Jong hanya membenci dirinya sendiri.
Seol Won Rang melapor pada Mi Shil bahwa Baek Jeong menghilang dan Mi Shil berkata bahwa Baek Jeong harus ditemukan. Moon noh berusaha menyelamatkan Maya. Maya dibawa keluar dengan pisau di leher. Moon Noh harus berhenti atau Maya akan dibunuh.

Baek Jeong dihalangi oleh Seol Won Rang dan dibawa kembali ke istana. Maya dan Moon Noh akan dilempar ke laut dan ditenggelamkan. Keduanya terjatuh, Moon Noh pingsan dan Maya berusaha untuk melepaskan diri.

Baek Jeong dibawa ke istana. Seol Won Rang membunuh semua yang terlibat dalam penculikan Maya dan Mi Shil sangat puas. Mi Shil mengangkat Baek Jeong menjadi Raja Jinpyeong dan membuat Jinpyeong sebagai bonekanya. Mi Shil mengajukan usul pernikahan karena Maya telah menghilang selama 6 bulan. Kerajaan tidak boleh tanpa seorang Permaisuri. Raja Jinpyeong mengatakan ia tidak memiliki pendapat dan meninggalkan ruangan.

Raja Jinpyeong duduk termangu, So Hwa melihatnya dari kejauhan. Kemudian Eul Jae kembali dari Cina. Raja sangat senang Eul Jae kembali. Se Jong khawatir akan kehadiran Eul Jae tapi Mi Saeng adik Mi Shil berkata ia tidak perlu cemas karena ini berbeda dari 4 tahun lalu.
Semua mendesak Raja untuk segera mengangkat Permaisuri. Mi Shil mengajukan diri sebagai Permaisuri, tapi Eul Jae menolaknya. Menurut Eul Jae, Mi Shil seharusnya menjadi biksuni. Mi Shil adalah seorang Won Hwa jadi apapun yang ia lakukan haruslah untuk negara. Semua setuju Mi Shil menjadi Permaisuri hanya Eul Jae yang tidak setuju.

Saat mereka ribut, Moon Noh masuk. Anggota dewan berkata Moon Noh tidak berhak masuk ke ruangan ini. Kemudian Moon Noh mengumumkan kedatangan Permaisuri.
Moon Noh : Perhatian dan berikan salam, kedatangan Permaisuri (wee..I like this scene. I got goosebumps..)

Pintu terbuka dan Maya muncul dan berjalan dengan berani ke arah Raja Jinpyeong. Semua kaget dan memberi hormat kepadanya karena sekarang ia adalah Permaisuri. Raja sangat senang dan memeluk isterinya. Maya dan Moon Noh berkata bahwa mereka diculik dan bahkan dilempar dari tebing. Belati mendiang Raja Jinheung-lah yang telah menyelamatkannya karena ia dapat memutuskan tali yang mengikatnya.
Raja dan Maya merasa Mi Shil adalah dalang dibalik semua ini. Raja sangat senang melihat kandungan isterinya juga selamat dan sehat.

Jinpyeong : Terima kasih Permaisuriku, terima kasih.

Mi shil menelan harga dirinya. Permaisuri bercerita tentang apa yang ia alami kepada Raja. Moon Noh berkata bahwa keinginan hidup Permaisuri sangat tinggi. Permaisuri justru berkata bahwa anak di dalam rahimnyalah yang membuatnya bertahan, ia merasa anak itu menendangnya, ia pasti anak yang sangat nakal.
Raja menyentuh perut Permaisuri dan bersumpah pada anaknya bahwa ia akan membuat anaknya melihat bahwa ia adalah Raja yang baik dan meminta bantuan Eul Jae dan Moon Noh. Raja membagikan mimpi mendiang kakeknya untuk menyatukan Silla.

Moon Noh dan Eul Jae setuju untuk membantu Raja. Eul Jae berkata bahwa Moon Noh tahu kapan saatnya dia akan kembali dan kapan dunia akan menjadi lebih baik. (well..biarpun kenyataannya dunia tidak lebih baik sekarang, everybody knows that.)
Eul Jae dan Moon Noh menemui Mi Shil. Mi Shil bertanya apakah Moon Noh memutuskan kembali karena tahu bahwa ia tidak akan menjadi Permaisuri? Mi Shil bertanya apa yang dilihat Moon Noh saat Raja Jinheung meninggal. Apakah ia tidak akan pernah menjadi Permaisuri.

Moon Noh berkata bahwa sebelum bintang kedelapan dari Rasi Bintang Utara muncul, dunia masih dikuasai oleh Mi Shil dan dia akan tak terkalahkan. Moon Noh berkata bahwa Mi Shil mendapat kemurahan langit. Moon Noh dan Eul Jae pergi. Mi Shil terganggu dengan penglihatan Moon Noh. Eul Jae heran mengapa Moon Noh mengungkapkan hal ini pada Mi Shil.

Moon Noh tidak tahu apakah itu kehendaknya yang telah mengubah mimpinya. Eul Jae berkata ada yang datang dan ada yang pergi itu adalah siklus kehidupan. Mi Shil pergi ke kuil dan meditasi. Seo Ri bertanya mengapa Mi Shil ingin sekali menjadi Permaisuri. Padahal Mi Shil sudah memiliki segalanya tanpa menjadi Permaisuri. Mi Shil berkata biarpun ia telah memiliki segalanya, itu tidak berarti jika ia tidak menjadi Permaisuri. Seo Ri : Yah bagaimanapun kau ini seorang wanita, kejayaan seorang wanita adalah menjadi Permaisuri bagi bangsa.


Seondeok 1
The Great Queen Seondeok